Evaluasi Beban Kerja Petugas Coder pada Implementasi Rekam Medis Elektronik Dengan Metode WISN di Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya
DOI:
https://doi.org/10.58535/jrmik.v7i2.107Kata Kunci:
beban kerja, petugas coder, Rekam Medis Elektronik, WISN, kebutuhan tenaga kesehatanAbstrak
Latar belakang : Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) telah mengubah pola kerja petugas coder di rumah sakit, sehingga diperlukan evaluasi terhadap beban kerja untuk memastikan kecukupan tenaga dan menjaga mutu pelayanan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengevaluasi beban
kerja petugas coder pada implementasi Rekam Medis Elektronik menggunakan metode Workload Indicators of Staffing Need (WISN) di Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya.
Metode : Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Analisis kebutuhan tenaga dilakukan menggunakan metode WISN sesuai Pedoman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu kerja tersedia petugas coder sebesar 116.340 menit/tahun, dengan rata-rata waktu pengkodean 0,6 menit per berkas rekam medis rawat jalan dan 1,1 menit per berkas rekam medis rawat inap.. Berdasarkan perhitungan metode WISN diperoleh kebutuhan tenaga petugas coder sebesar 1,8782 orang yang dibulatkan menjadi 2 orang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa jumlah petugas coder yang tersedia saat ini masih sesuai dengan kebutuhan pelayanan. Implementasi RME menyebabkan kegiatan pokok petugas coder lebih berfokus pada
penginputan kode diagnosis, sedangkan telaah rekam medis, verifikasi diagnosis, validasi dokumen, dan kodefikasi untuk klaim BPJS Kesehatan dilaksanakan oleh Unit Casemix. Meskipun demikian, petugas coder masih menjalankan tugas tambahan seperti audit rekam medis, pemeriksaan
kelengkapan dokumen, penyusunan laporan, dan membantu proses pendaftaran pasien. Oleh karena itu, evaluasi beban kerja dan pembagian tugas perlu dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi peningkatan volume pelayanan, perubahan regulasi pengkodean, maupun pengembangan fitur RME.
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi manajemen Rumah Sakit Mata Undaan Surabaya dalam perencanaan kebutuhan sumber daya manusia dan pengelolaan beban kerja petugas coder.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 JRMIK

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



