ANALISIS FAKTOR RENDAHNYA BED OCCUPANCY RATE BERDASARKAN PENDEKATAN 5M DAN PENYUSUNAN STRATEGI OPTIMALISASI PEMANFAATAN TEMPAT TIDUR DI RS X

Penulis

  • Mohammad Arief Rachman Mohammad Arief Rachman
  • Noer Fadhillah Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Malang

DOI:

https://doi.org/10.58535/jrmik.v7i2.106

Kata Kunci:

Bed Occupancy Rate, pemanfaatan tempat tidur, metode campuran, pendekatan 5M, strategi rumah sakit

Abstrak

Bed Occupancy Rate (BOR) digunakan untuk menggambarkan tingkat pemanfaatan tempat tidur rawat inap. Nilai BOR yang rendah menunjukkan bahwa kapasitas tempat tidur belum digunakan secara optimal. Namun, nilai BOR saja belum dapat menjelaskan faktor yang berkaitan dengan
rendahnya penggunaan tempat tidur. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor rendahnya BOR berdasarkan pendekatan 5M serta menyusun strategi optimalisasi pemanfaatan tempat tidur di RS X. Metode: Penelitian menggunakan metode campuran dengan desain sequential explanatory. Tahap
kuantitatif menggunakan seluruh data Sensus Harian Rawat Inap periode Januari-Maret 2026 pada rumah sakit dengan kapasitas 50 tempat tidur. Tahap kualitatif melibatkan dua informan kunci, yaitu kepala instalasi rekam medis dan kepala ruang rawat inap. Data dikumpulkan melalui telaah dokumen, wawancara, dan observasi. Temuan kuantitatif dan kualitatif diintegrasikan menggunakan joint display berdasarkan unsur Man, Money, Material, Method, dan Machine. BOR bulan Januari sebesar 18,32%, Februari 16,36%, dan Maret 14,39%, dengan BOR kumulatif sebesar 16,36%. Dari
kapasitas 4.500 hari-tempat-tidur, sebanyak 83,64% belum terpakai. Berdasarkan keterangan informan, rendahnya aliran pasien berkaitan dengan mekanisme rujukan dan ketentuan pihak ketiga penjamin biaya kesehatan. Temuan lain menunjukkan belum adanya pelatihan BOR secara terstruktur,
perbedaan status pasien antara sistem dan kondisi sebenarnya, verifikasi Sensus Harian Rawat Inap yang belum konsisten, serta pemantauan tempat tidur yang belum dilakukan secara langsung melalui sistem. Strategi perbaikan meliputi pencocokan data antarunit, standardisasi sensus, pemetaan alur
pasien, penguatan jejaring rujukan, pelatihan petugas, penerapan dashboard tempat tidur secara bertahap, dan evaluasi bulanan. Rendahnya BOR di RS X berkaitan dengan rendahnya pemanfaatan tempat tidur dan pengelolaan data yang belum optimal. Perbaikan perlu dilakukan secara bertahap pada alur pasien, proses pencatatan, kompetensi petugas, dan sistem informasi.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-06-30

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama