KESIAPAN FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN DI NEGARA BERKEMBANG DALAM MENGADOPSI SISTEM REKAM MEDIS ELEKTRONIK: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW

Penulis

  • Audhita Palupi Ekasari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Malang
  • Peni Sriwahyu Natasari Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Malang
  • Annisa Asti Pratiwi Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Malang
  • Ervita Nindy Oktoriani Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Malang

DOI:

https://doi.org/10.58535/jrmik.v7i2.102

Kata Kunci:

Fasilitas layanan kesehatan, negara berkembang, rekam medis elektronik, stematic literature review

Abstrak

Transisi menuju Rekam Medis Elektronik (RME) sangat penting untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Namun, fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di negara berkembang menghadapi tantangan kesiapan yang lebih berat dibandingkan negara maju. Penelitian ini bertujuan untuk
menyintesis bukti ilmiah terkait kesiapan fasyankes di negara berkembang dalam mengadopsi sistem RME. Systematic literature review ini disusun mengikuti panduan PRISMA dan kerangka kerja PCC. Pencarian komprehensif dilakukan pada basis data PubMed dan Google Scholar untuk artikel yang
diterbitkan antara tahun 2016 hingga 2026 dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Dari 172 artikel yang ditemukan, 42 artikel memenuhi kriteria inklusi, didominasi oleh metode kuantitatif (50%) dengan lokus penelitian mayoritas di Indonesia (59,5%) dan benua Afrika (23,8%). Hasil sintesis menunjukkan
bahwa fasyankes secara umum berada pada kategori cukup siap hingga siap pada dimensi SDM, organisasi, dan infrastruktur karena adanya persepsi positif pengguna terhadap manfaat RME. Meski demikian, implementasi penuh terhambat oleh beban dokumentasi ganda selama masa transisi,
keterbatasan anggaran, rendahnya literasi digital, kendala konektivitas internet, minimnya pelatihan terstruktur, serta lemahnya interoperabilitas sistem. Walau staf kesehatan menunjukkan sikap positif terhadap adopsi RME, kesenjangan finansial, infrastruktur, dan regulasi masih nyata. Keberhasilan
integrasi nasional memerlukan manajemen perubahan yang matang, pelatihan digital berkelanjutan oleh manajemen fasyankes, penguatan regulasi teknis, serta bantuan dana dari pemerintah.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-01-31