SYMPTOM-BASED SCREENING OF INFECTIOUS DISEASES: QUESTIONNAIRE SURVEY FOR EARLY DETECTION
DOI:
https://doi.org/10.58535/jrmik.v7i2.100Kata Kunci:
Skrining, deteksi dini, faktor resikoAbstrak
Skrining gejala penyakit menular merupakan upaya penting dalam deteksi dini dan pencegahan penyebaran infeksi. Penelitian ini bertujuan menggambarkan proporsi gejala klinis tuberkulosis (TBC), human immunodeficiency virus (HIV), dan demam berdarah dengue (DBD) pada populasi yang diperiksa. Hasil skrining menunjukkan bahwa mayoritas responden tidak memiliki gejala maupun faktor risiko utama terkait ketiga penyakit. Pada TBC, hanya sebagian kecil responden yang mengalami gejala klasik seperti batuk berkepanjangan dan demam persisten, tanpa temuan radiologis yang mendukung adanya kasus aktif. Untuk HIV, tidak ditemukan perilaku maupun riwayat medis berisiko, sementara gejala kronis tidak spesifik hanya dialami oleh sebagian kecil responden, sehingga risiko penularan HIV relatif rendah. Pada DBD, tidak terdeteksi kasus demam akut, dan gejala pendukung seperti nyeri otot, sakit kepala, atau nyeri sendi hanya muncul pada sebagian kecil responden tanpa bukti laboratorium maupun riwayat paparan signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa prevalensi gejala penyakit menular dalam populasi penelitian tergolong rendah, namun skrining terintegrasi tetap diperlukan untuk deteksi dini serta pemantauan berkelanjutan, terutama pada individu dengan gejala ringan atau faktor risiko tertentu.
##submission.downloads##
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 JRMIK

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



